Ini kali kesekian gerimis menangis di pagi buta. Menjadi alasan yang logis saat semua anggota tubuh kembali menarik diri dan bersembunyi dibalik kehangatan selimut.
Lalu seperti salju menderu, hujan turun mengukir genangan. Meninggalkan jejak disetiap tempat yang dilaluinya. Perlahan titik demi titik tetesan itu menjadi sebuah genangan air.
Menghanyutkan apa saja yang berada didekatnya. Menghapus semua jejak-jejak lama dan meninggalkan jejak-jejak baru. Entah itu menjadi buruk atau sebaliknya, menjadi indah.
Hanya rasa syukur, bahwa Kebesaran Tuhan tak terhenti karena sebuah genangan yang mengalir deras. Tidak berakhir oleh hujan bertemankan petir dan angin. Kekuasan-Nya akan terus berlanjut hingga semua makhluk di planet bernama bumi sadar akan Kekuatan-Nya.
Ucap syukurku untuk semua nikmat dan rizki hingga pagi hari ini. Semoga tetap berlimpah dan berkah....
Welcome March_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar