Titik nadir ini telah sampai pada masanya.Pesawatnya merindu ruang gerak tanpa terkekang. Mengharap helaan panjang hingga raganya siap untuk kembali terbang. Adalah kini, terduduk layu, mengharap luang....
Titik nadir itu telah kembali. Pada hasrat yang terbagi. Merindu pagi dengan senyuman yang berseri. Letih membayangi hari. Mengikuti langkah menutupi hati. Hingga antara logika dan perasaan kini hanya tinggal sejengkal jari...
Merindu pulang...pada fitrah manusia. Mengubur semua kepenatan kata, merangkum semua nikmat dalam balutan rasa, saat lelah menjadi berkah, saat indah mengucap Alhamdulillah...
Tak kutemukan lagi tangan untuk mendekap segala keluh. Hanya hamparan sajadah lusuh membisu. Menatap haru menunggu ragu. Pasrah dalam ribuan rindu, hingga deraiannya mulai membelenggu...
Aku rindu pulang. Bukan pada apapun yang menjadi sebuah tempat. Bukan pada apa yang menjadi rumah. Tapi rindu pulang pada semua dekapan hangat kalian yang masih terjaga. Aku rindu pulang pada fitrahku sebagai manusia. Pada perhatian semua makhluk yang begitu peduli padaku. Aku rindu menjadi manusia, rindu pada semua titik kemanusiaannya.....
Aku rindu pulang......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar