Sabtu, 29 Oktober 2016

Menengok Ke Belakang

Aku pikir setelah tersadar, saat sendiri. Aku tidak benar-benar menjalani hidupku. Meski saat aku terjatuh, aku selalu mengulangnya dari awal dan bukan malah meneruskannya. Dan entah mengapa, aku selalu tergiur untuk menoleh ke belakang. Entahlah ada apa disana.

Hingga pencapaian, cita-cita, dan harapan yang selalu ingin aku wujudkan itu benar-benar tak pernah bisa aku dapatkan. Entah sampai kapan??!

Sepertinya menengok ke belakang itu hal yang menarik. Dimana di sana aku pernah merasakan kebahagiaan yang sempurna dan luka yang sempurna. Yang tidak aku dapatkan sekarang.

Tak ada lagi kebahagiaan yang sempurna yang aku dapatkan sekarang. Karena tak ada cinta. Dan tak ada luka yang sempurna sekarang, karena aku tak merasakan lagi terluka oleh cinta.

Aku pikir, aku hanya perlu bersyukur. Mau menoleh atau tidak ke belakang. Aku tetap harus melewati hari ini hingga sampai pada hari esok.

Masa depan itu rahasia Illahi. Aku cukup berbaik sangka, berdo'a, berusaha, dan selebihnya, hasil mutlak ketentuan dan keputusan Ilahi untuk menjadi pilihan terbaik untuk aku terima.

Allah lebih tahu apa yang aku butuhkan. Dan tentu saja, dari semenjak aku dalam kandungan, Allah sudah memberi aku porsi rezeki yang aku terima hingga aku kembali ke pangkuan-Nya. Pasrah saja....