Hari ini memang hari ibu. Hari dimana perjuangan seorang ibu mendapatkan sebuah penghargaan atau sekedar ucapan-ucapan selamat dari anak-anaknya. Banyak dari mereka memberikan penghargaan itu dengan berbagai cara. Dan bagiku, hari ini berlalu begitu saja.
Tak ada ucapan apapun, untukku dari siapa?? Anakku belum terlalu mengerti dengan sebuah ucapan. Dia hanya mengerti jajan dan belajar. Nakal dan mengaji. Apalagi???! Lalu aku, siapa yang harus aku beri ucapan selamat hari ibu ini???! Ibu sudah berlalu pergi. Terlelap dalam tidur panjangnya. Menungguku menyusul dan kembali berkumpul disana. Jadi untuk siapa???!
Menjadi seorang ibupun aku tak becus!!? Terlalu gengsi untuk memberikan pelukan dan senyuman manja pada jagoanku. Hatiku terlalu keras untuk melakukannya. Sial, bahkan aku tak pernah merasa menjadi seorang ibu. Belum mungkin!!?
Saat dimana bisa mengidam, mengandung, merasakan detak jantungnya di dalam perutku, dan tentu saja melahirkan, menyusui dan membesarkannya. Dan dimulailah perjuangan seorang ibu yang sesungguhnya.
Saat ego, amarah, dan tangis mewarnai perjuangan ibu. Ketika sang anak mulai membentuk dirinya sendiri tanpa campur tangan sang ibu. Beranjak dewasa, membawanya pergi dengan tujuan hidup yang dibentuknya sendiri. Mencari jati diri dan prinsip hidupnya.
Lalu semua kebahagiaan dimasa kecil itu mulai pudar. Sang anak mulai sibuk dengan rutinitasnya. Mulai tak perduli untuk memberikan kabar kepada ibunya lagi. Karena posisi itu mulai tergantikan oleh orang lain yang lebih penting untuk masa depannya. Dan seorang ibu hanya bisa menggapai dan memeluknya dengan do'a-do'a untuk sang anak.
Dam dalam posisiku sebagai seorang anak yang telah kehilangan seorang ibu. Berharap pertemuan kembali terjadi. Untuk mengubah salah dan khilaf di masa lalu. Mencoba terus kuat dan tabah tanpa kehadirannya lagi. Hanya do'a yang memeluk semua kerinduanku...
Selamat hari ibu, emak
Aku yakin disana kau tenang dan bahagia bersama bapa
Merangkai lagi masa-masa indah yang sempat terputus karena bapa telah lebih dulu pergi. Dan sekarang emak dan bapa telah bersatu lagi. Berjalan-jalan berdua lagi seperti yang selalu kalian lakukan dulu. Selamat hari ibu, Emak.....banyak petuahmu yang tak akan pernah aku abaikan. Tentang sebuah arti kesetiaan dan kesabaran.
Alfatihah untuk emak, I LOVE U Emak
Rose_
www.celotehrose.com
Senin, 21 Desember 2015
Cita-Citaku Adalah KAMU
Aku selalu ingin menjadi penulis. Menulis semua tentangmu
Tentang keindahan pesonamu, suaramu, dan jiwamu
Aku selalu ingin menjadi pelukis. Melukis semua tentangmu
Tentang keindahan ragamu, akhlakmu, dan pribadimu
Aku selalu ingin menjadi penyair. Mencurahkan segala tentangmu
Tentang keindahan gerak gerikmu, diammu, dan kemisteriusanmu
Aku selalu ingin menjadi arsitek. Membangun sebuah museum tentangmu
Tentang jejak-jejak langkahmu, perjuangan hidupmu, dan kenangan-kenangan masa lalu mu
Aku selalu ingin menjadi ratu di istanamu, melayanimu hingga tak kenal waktu, patuh dan taat mengabdi padamu
Aku selalu ingin menjadi istri, dan suami'a adalah kamu
Tapi bila itu semua hanya menjadi inginku, dan tak pernah bisaterwujud....semoga di hatiku, KAMU ADALAH CITA-CITAKU
Bandung, 21 Desember 2015
Rose_ ^_^
Tentang keindahan pesonamu, suaramu, dan jiwamu
Aku selalu ingin menjadi pelukis. Melukis semua tentangmu
Tentang keindahan ragamu, akhlakmu, dan pribadimu
Aku selalu ingin menjadi penyair. Mencurahkan segala tentangmu
Tentang keindahan gerak gerikmu, diammu, dan kemisteriusanmu
Aku selalu ingin menjadi arsitek. Membangun sebuah museum tentangmu
Tentang jejak-jejak langkahmu, perjuangan hidupmu, dan kenangan-kenangan masa lalu mu
Aku selalu ingin menjadi ratu di istanamu, melayanimu hingga tak kenal waktu, patuh dan taat mengabdi padamu
Aku selalu ingin menjadi istri, dan suami'a adalah kamu
Tapi bila itu semua hanya menjadi inginku, dan tak pernah bisaterwujud....semoga di hatiku, KAMU ADALAH CITA-CITAKU
Bandung, 21 Desember 2015
Rose_ ^_^
Sabtu, 12 Desember 2015
Sejenak Terdiam
Hening itu indah saat merindu
Ketika toreh luka tersiram empedu
Sesaat menyayat menggelora kalbu
Hening itu duka saat merindu
Ketika hilang dan meragu
Sesaat merajuk merayu syahdu
Coba berpindah singgasana
Kau disini aku disana
Mencoba meraja jiwa
Lantas kau rasa sesak'a mendamba
Wahai terkasih janganlah lagi
Kau sejenak berdiam diri
Membiarkan sang bunga gugur ke bumi
Meski itu sedetik yang tak berarti
Karena merindu sangatlah sulit
Saat ingin bertahan pada satu pilihan yang pelik
Janganlah lagi wahai terkasih
Sapa mu tetap menjadi penyegar sang bidadari
Meski itu hanya sekali
Sejenak terdiam itu menyesakkan
Jadi, jangan diamkan aku, lagi......
Ketika toreh luka tersiram empedu
Sesaat menyayat menggelora kalbu
Hening itu duka saat merindu
Ketika hilang dan meragu
Sesaat merajuk merayu syahdu
Coba berpindah singgasana
Kau disini aku disana
Mencoba meraja jiwa
Lantas kau rasa sesak'a mendamba
Wahai terkasih janganlah lagi
Kau sejenak berdiam diri
Membiarkan sang bunga gugur ke bumi
Meski itu sedetik yang tak berarti
Karena merindu sangatlah sulit
Saat ingin bertahan pada satu pilihan yang pelik
Janganlah lagi wahai terkasih
Sapa mu tetap menjadi penyegar sang bidadari
Meski itu hanya sekali
Sejenak terdiam itu menyesakkan
Jadi, jangan diamkan aku, lagi......
Langganan:
Postingan (Atom)