Sabtu, 12 Desember 2015

Sejenak Terdiam

Hening itu indah saat merindu
Ketika toreh luka tersiram empedu
Sesaat menyayat menggelora kalbu

Hening itu duka saat merindu
Ketika hilang dan meragu
Sesaat merajuk merayu syahdu

Coba berpindah singgasana
Kau disini aku disana
Mencoba meraja jiwa
Lantas kau rasa sesak'a mendamba

Wahai terkasih janganlah lagi
Kau sejenak berdiam diri
Membiarkan sang bunga gugur ke bumi
Meski itu sedetik yang tak berarti

Karena merindu sangatlah sulit
Saat ingin bertahan pada satu pilihan yang pelik

Janganlah lagi wahai terkasih
Sapa mu tetap menjadi penyegar sang bidadari
Meski itu hanya sekali

Sejenak terdiam itu menyesakkan
Jadi, jangan diamkan aku, lagi......

Tidak ada komentar: